Cara Mudah Kultur / Budidaya Grindal Worm

Grindalworm, salah satu spesies Enchytraeid (whiteworm), merupakan sepupu cacing tanah dan ukuran dewasa berkisar dari 15-25 mm dengan dia. 0.5-1mm. Grindalworm mudah untuk dikultur dan dengan memiliki sejumlah kultur bahkan kita tidak lagi perlu membeli cacing sutra (tubifex). Lihat cara budidaya cacing sutra
 
Grindal Worm
 

Grindalworm adalah hermaprodit, dengan masing-masing individu memiliki organ reproduksi ganda (laki-laki dan perempuan). Tiap individu akan mentransfer masing-masing sperma pada pasangannya dan telur yg terbuahi diletakkan dalam kokon transparan. Setiap kokon yang dihasilkan oleh cacing dewasa muda mengandung 9-10 telur, sedangkan kokon dari cacing dewasa yang matang menghasilkan 20-25 telur. Telur menetas dalam 12 hari, dan cacing mulai berkembang biak di 14-28 hari tergantung pada suhu. Setiap individu dapat menghasilkan sebanyak 1.000 telur selama masa hidupnya.

Jangka usia : Grindalworm siap untuk bereproduksi dalam usia sekitar 2-4 minggu, dan bergenerasi penuh sekitar 1-2 bulan. Setelah kultur matang (telah bergenerasi penuh) maka kita dapat melakukan panen harian untuk diberikan pada ikan-ikan.

Ukuran: Cacing dewasa berkisar 15-25 mm dengan dia. 0.5-1mm


Manfaat
Pakan alami, terutama jenis cacing, biasa digunakan sebagai pengkondisian bagi ikan indukan sebelum pemijahan, dan sebagai pakan utama bagi anakan ikan guna mempercepat pertumbuhan.


Cara Kultur
Kondisi yang perlu dipersiapkan bagi kultur grindalworm adalah suhu yang sejuk dan kelembaban media yang cukup. Lokasi yang gelap merupakan tempat yang tepat. Grindalworm akan berkembang baik pada suhu 21-26 C (suhu ruang).


Persiapan :
  • Stater Grindal Worm  
  • Wadah plastik pipih dan lebar bertutup. beri lubang pada tutupnya untuk sirkulasi udara, lapisi denga jaring agar lalat/lalat buah tidak masuk 
  • media : bisa berupa cocopeat atau kompos 
  • pakan berupa oat meal atau pelet kucing, bisa juga roti kering atau gandum 
  • hand sprayer, lembaran plastik dan pipet atau sendok

Langkah:

  1. Pindahkan stater ke wadah yg lebih besar, 
  2. seblumnya isi wadah dengan media cocopeat  yg sudah lembab atau di basahi air, jgn berlebihan airnya (jgn sampai becek/berair) pakai hand sprayer
  3. Setelah media siap, pindahkan stater letakan di bawah baru secara merata di atas media. Beri pakan (sy biasa pakai oatmeal karena relatif lebih cepat pertumbuhannya), cara pemberian oatmeal bisa dgn cara di tabur sedkit di beberapa titik lalu semprot oat meal dengan air sampai basah (agar mudah di cerna) atau dengan cara lain yaitu oatmeal beri sdikit air kemudian aduk sampai kental lalu buat bola kecil seukurang jagung lalu tebar di beberap titik untuk awal maks 3 titik.
  4. Pemberian pakan jgn berlebihan usahakan habis tiap hari, kalo ada yg sisa sebaiknya di buang khawatirnya busuk dan menghambat pertumbuhan GW. Beri pakan tiap hari.

Cara Panen Grindal Worm
  1. Letakan lembaran plastik atau kaca tipis di atas media, ini untuk memancing grindal worm naik ke lembaran plastik tsb.
  2. Untuk mengambil cacing GW, angkat lembaran plastik / cara lalu semprot dengan air menggunakan hand sprayer lalu GW yang sudah terpisah dari media anda berikan pada ikan
 Demikian Cara Mudah Kultur / Budidaya Grindal Worm dari Djoglo Fish dan semoga bermanfaat!

Cara Mudah Budidaya Cacing Sutra

Budidaya cacing sutera dapat dilakukan pada kolam tanah, kolam plastik maupun di rak nampan plastik bertingkat. Semua wadah mempunyai keunggulannya masing - masing. Namun yang paling mudah dan menghemat ruang adalah budidaya cacing sutera pada rak nampan plastik bertingkat.
Budidaya cacing sutra dengan Tray/Nampan terhitung baru dilakukan. Sistem ini sebetulnya bukan hal baru pada sistem pembesaran pada budidaya udang. Sistem ini pada dasarnya mengolah dan menggunakan kembali air yang sudah dipakai pada proses budidaya udang. Pengisian air  baru dari luar sistem hanya dilakukan untuk mengganti air yang susut/berkurang akibat kebocoran ataupun evaporasi. Pada sistem budidaya cacing sutra dengan menggunakan nampan/tray ini mempunyai beberapa keuntungan, yaitu : 
  1. Lebih hemat dalam penggunaan air. Air yang sudah melewati susunan media pada    nampan/tray ditampung dengan wadah yang ada dibagian bawah rak untuk kemudian dialirkan kembali ke media yang paling atas dengan menggunakan pompa air/dab.
  2. Menghemat Penggunaan Probiotik dan Obat-obatan lainnya. Probiotik dan obat-obatan yang dicampur pada media tumbuh/substrat budidaya cacing sutra yang ikut terbawa arus air tidak terbuang dengan percuma ke perairan luar. Probiotik yang ikut tertampung pada wadah bagian bawah wadah rak bersama air bisa digunakan kembali dengan cara dialirkan ke media yang paling atas dengan bantuan pompa air/dab.
  3. Budidaya cacing sutra dengan sistem ini tidak membutuhkan lahan yang luas, karena medianya disusun ke atas secar vertikal yang cenderung bisa juga dilahan yang sempit seperti disela-sela sekatan rumah ataupun tempat lainnya. Agar kapasitas produksinya bisa maksimal ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam budidaya tubifex sp  dengan sistem tray/nampan ini, yaitu : 

  • Nampan diusahakan agar yang awet dan tahan pecah, sehingga bibit yang sudah ada dimedia tidak mesti mengulang dari awal budidaya yang biasanya membutuhkan waktu 50 – 57 hari mulai dari awal sampai dengan panen.
  • Kayu balok dan reng bambu yang dipakai juga diusahakan agar kwalitasnya juga bagus untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan seperti patah/roboh akibat kayu/reng bambunya patah atau gampang rapuh. 
  • Jumlah nampan/tray diatur sebanyak mungkin dengan tetap memperhatikan kekuatan rangka yang ada 
  • Semakin banyak rak/susunan kerangka akan semakin banyak produksi cacing sutra

Rak nampan plastik bertingkat
Perkembangbiakan Cacing Sutera
Khairuman dan Amri (2002), menyatakan cacing sutra ( Tubifek sp ) adalah termasuk organism hermaprodit. Pada satu individu organism ini terdapat dua alat kelamin dan berkembangbiak dengan cara bertelur dari betina yang telah matengtelur. Sedangkan menurut Chumaidi dan Suprapto ( 1986 ), telur cacing sutra terjadi didalam kokon yaitu suatu bangunan berbentuk bangunan bulat telur, panjang 1mm dan diameter 0,7 mm yang dihasilkan oleh kelenjar epidermis dari salah satu segmen tubuh yang disebut kitelum. Tubuhnya sepanjang 1,5-2,5cm, terdiri dari 30-60 segmen atau ruas. Telur yang ada didalam tubuh mengalami pembelahan, selanjutnya berkembang membentuk segmen-segmen.Setelah beberapa hari embrio cacing sutra akan keluar dari kokon.
Induk yang dapat menghasilkan kokon dan mengeluarkan telur yang menetas menjadi cacing sutra mempunyai usia sekitar 40-45 hari. Jumlah telur dalam setiap kokon berkisar antara 4-5 butir.Waktu yang dibutuhkan untuk proses perkembangbiakan telur didalam kokon sampai menetas menjadi embrio tubifex membutuhkan waktu sekitar 10-15 hari. Daur hidup cacing sutra dari telur, menetas hingga menjadi dewasa serta mengeluarkan kokon dibutuhkan waktu sekitar 50-57 hari
Syarat Hidup Cacing Sutera
Cacing sutra memiliki bentuk dan ukuran yang kecil serta ramping dengan panjangnya 1,5-2,5 cm, sepintas tampak seperti koloni merah yang melambai-lambai karena warna tubuhnya kemerah-merahan, sehingga sering juga disebut dengan cacing rambut. Cacing ini merupakan salah satu jenis benthos yang hidup di dasar perairan tawar daerah tropis dan subtropis, tubuhnya beruas-ruas dan mempunyai saluran pencernaan, termasuk kelompok Nematoda. Cacing sutera hidup diperairan tawar yang jernih dan sedikit mengalir. Dasar perairan yang disukai adalah berlumpur dan mengandung bahan organik. Makanan utamanya adalah bagian-bagianorganik yang telah terurai dan mengendap di dasar perairan tersebut.
Cacing sutera merupakan organisme hermaprodit yang memiliki dua alat kelamin jantan dan betina sekaligus dalam satu tubuh. Berkembangbiak dengan bertelur, proses peneluran terjadi di dalam kokon yaitu suatu segmen yang berbentuk bulat telur yang terdiri dari kelenjaar epidermis dari salah satu segmen tubuhnya. Telur tersebut mengalami pembelahan, kemudian berkembang membentuk segmen-segmen. Setelah beberapa hari embrio dari cacing ini akan keluar dari kokon. Cacing ini mulai berkembangbiak setelah 7-11 hari .
Cacing sutera yang dikenal sebagai cacing rambut ini dapat hidup pada subtract lumpur dengan kedalaman antara 0 – 4 cm. pada prinsipnya Sama dengan hewan air lainnya, namun dalam kehidupannya cacing sutera ini senang dengan air, dan air memiliki peran  fungsi yang sangat penting untuk hidup tumbuh berkembang dengan baik diperlukan kwalitas air yang sesuai yaitu:
  • Pada pH : 5,5 – 8.0
  • Suhu yang baik antara 25 – 28 derajat celcius
  • DO ( oksigen terlarut ) : 2,5 – 28 ppm
  • Untuk kebutuhan debit air secukupnya dan tidak terlalu besar mengingat cacing ini sangat kecil
Cacing sutra tergolong hewan hermaprodit yang berkembangbiak melalui telur dengan pembuahan secara eksternal. telur yang dibuahi oleh jantan akan membelah jadi dua sebelum saat menetas.
Makanan Cacing Sutera
Semua bahan organik yang dilemebekkan alangkah bagusnya jika difermentasi, jika difermentasi akan meningkatkan kandungan nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh cacing sutra. Di alam fermentasi itu terjadi secara alami, sehingga menumbuhkan tumbuhan ganggang yang bervilamen dan pakan alami seperti fittoplankton, yooplankton dan Hewan kecil lainnya . Itulah sebagian makanan cacing sutra dialam. Untuk pakan budidaya cacing sutra yang paling efisien menggunakan ampas tahu yang di fermentasi, karena ampas tahu sudah steril dan lembek. Ampas tahu bisa ditambahkan lagi dengan buah-buahan, tepung ikan, dan bahan yang mudah didapat.
Pembuatan Media Hidup Cacing Sutera
  1. Ambil Lumpur Kolam yg mengandung pasir yang Sudah Disaring
  2. Siapkan Kotoran Ayam  dan ampas tahu yg sudah difermentasi, bahan makanan tsb dicampur dengan perbandingan kohe 1 ampas tahu 10.
  3. Pencampuran makanan tadi dicampur lagi dg Lumpur media. Dg perbandingan makanan 1 lumpur halus 7. kemudian diamkan selama minimal 1 hari.
  4. Teknik budidaya cacing sutera secara umum dapat dilakukan pada media lumpur yang dicampur dengan kotaran ayam dan bekatul, yg sudah difermentasi.
Panen
-Untuk mencapai masa panen, budidaya cacing sutra sebenarnya tidak membutuhkan waktu yang lama. Jika cara beternak yang diterapkan sudah benar, maka cacing sutra sudah dapat dipanen setelah 8 sampai 10 hari sejak penebaran bibit. Setelah itu, hasil panen sudah dapat dijual di tempat-tempat penjualan pakan ikan atau di toko ikan.
-Panen cacing sutera perdana sekitar 2 bulanan kemudian dapat dilakukan 7 – 10 hari sekali. Jika dibiarkan terlalu lama, maka jumlah cacing sutera akan berkurang kembali, karena secara alami terjadi persaingan antar-cacing itu sendiri.
-Konsep panen cacing sutera ialah mengurangi koloni, yaitu jika bagian atas dipanen maka bagian bawah cacing akan tumbuh. Dalam satu wadah/nampan bisa menghasilkan 100-150 ml cacing sutera.Panen cacing sutera dilakukan setelah budidaya berlangsung beberapa minggu dan berturut-turut bisa dipanen setiap dua minggu sekali. Pemanenan cacing sutra dilakukan dg mengambil ca-sut yg ada dipermukaan bersama lumpurnya.Setelah terkumpul, hasil panen casut dicuci dg jaring khusus sampai lumpur halus keluar.
-Kemudian tiriskan sebentar lalu letakkan cacing sutrayg masih bercampur lumpur kasar kedlm wadah dengan ketebalan 3-4 cm.


Demikianlah Cara Mudah Budidaya Cacing Sutra dari Djoglo Fish dan semoga bermanfaat. Baca juga Cara Kultur Microworm Yang Sangat Mudah

Cara Mudah Kultur / Budidaya Microworm

Setelah kemarin Djoglo Fish membahas cara Kultur Kutu Air, kali ini akan membahas cara mengkultur atau membudidaya Microworm. Sekilas tentang microworm adalah pakan untuk burayak cupang dan ikan guppy, dan ikan sejenis yang memiliki ukuran kecil. Maraknya budidaya burayak ikan hias ukuran kecil, memerlukan pakan alami untuk mencukupi gizi dari ikan tersebut. Daya tahan microworm pada media kultur dapat bertahan sampai 1 bulan asalan media tidak dibiarkan kering.

Cara kultur microworm untuk pakan alami burayak atau benih ikan hias cukup mudah. Walaupun caranya termasuk berbeda dengan kultur pakan alami seperti, infusoria, kutu air, artemia dan sebagainya. 
Microworm memiliki nilai gizi sebagai berikut :
• Protein 48%
• Lipids 21%
• Glicogen 7%
• Asam Organik 1%
• Air 23%
 
Nilai gizi untuk microworm termasuk sangat tinggi, nilai protein merupakan kunci utama untuk meningkatkan pertumbuhan ikan, terutama burayak atau benih ikan hias. Untuk keberlangsungan hidup dan  kesehatan burayak microworm sangat cocok dijadikan pakan utama.
Berikut cara budidaya atau kultur microworm
Bahan untuk kultur microworm
1. Wadah pilih yang agak lebar
2. Tepung terigu
3. Ragi Roti
4. Starter Microworm
Microworm mudah dikultur dengan menggunakan bahan yang banyak karbonhidrat seperti bubur oarmel, roti tawar, tepung terigu.
Cara pembuatan tempat kultur microworm
  • Siapkan 3 sendok tepung terigu, jangan sampai tepung terigu terlalu encer. Air yang digunakan air panah
  • Tunggu sampai dinggin
  • Siapkan 1 sendok ragi roti kemudian masukkan ke dalam campuran tepung terigu
  • Aduk sampai rata
  • Setelah adonan kultur selesai masukkan starter microworm
  • Biarkan 3 sampai 6 hari
Cara Memanen Microworm 
  • Wadah yang sudah berumur 6 hari, cek pada bagian dinding wadah 
  • Microworm biasanya dipanen dan diambil pada bagian dinding. Microworm yang merayap dapat dipanen menggunakan pisau tumpul, stik es krim dan sebagaianya.
  • Cara lain yang menggunakan kapas sintetis. Potong kapas dengan tepal 1-2mm saja. Masukkan kapas pada air atau lembabkan dengan air dan diletakan didatas media. Tunggu beberapa menit, kapas akan dirayapi oleh ribuan cacing. 
  • Setelah Kapas sintetis pertama sudah dirayapi. masukkan kapas sintetis dengan ukuran sama diatas lembaran pertama. Lapisan kapas sintetis kedua yang akan dipanen secara rutin. Tunggu beberapa jam dan akan dipenuhi cacing renik dan siap dipanen. 

Cara mudah memanen microworm dari wadah kultur budidaya

Cara pakai microworm dan memberikan kepada burayak ikan hias
  • Untuk pemberian microworm kepada burayak sebaiknya jangan terlalu banyak, karena microworm hanya bertahan hidup sekitar 6 jam. 
  • Microwom yang naik di dinding wadah ambil/colek/cuil kemudian sterilkan di air bersih agar terpisah dari bahan kultur.
  • Setelah Microworm berkumpul pada dasar air. sedot menggunakan selang dan siap dikasih keburayak
Demikian cara memperbanyak atau mengkultur atau ternak cacing microworm dari Djoglo Fish dan semoga bermanfaat!

Jenis-Jenis Ikan Hias Discus Yang Populer

Ikan discus adalah ikan bertubuh ramping seperti piringan yang memiliki warna dan corak unik bergaris. Ikan ini tergolong pasif dan bergerak lamban. Ikan diskus bukan asli indonesia, ikan ini aslinya dari sungai amazone amerika selatan, yang persebarannya terdapat di brasil, peru dan columbia. Di indonesi jenis discus yang terkenal ada 4 jenis yaitu heckel (symphysodon discus), brown (symphysodon aequifasciata axel), green (symphysodon aequifasqiata aequifasciata) dan blue (symphysodon aequifasqiata haraldi)


Diskus Heckel disebut juga Red Discus, Heckel’s Discus, atau Poumpuador Fish. Ikan ini pertama kali ditemukan di Rio Negro, Brasil. Bentuk mirip cakram atau setengah piringan hitam. Panjang total ikan dewasa 15 cm.

Diskus ini memiliki warna dasar tubuh cokelat tua sampai gelap dengan garis vertikal memanjang di seluruh tubuh dan kepala.Panjang total ikan dewasa 13 cm. Asalnya dari Belem, muara sungai Amazone.

Diskus ini dibedakan atas dua tipe, yaitu Teffe Green dan Peruvian Green. Teffe Green berasal dari danau Teffe dekat sungai Amazone, Brasil. Warnanya cokelat tua (merah) hingga kuning emas.Panjang total ikan dewasa bisa mencapai 30 cm. Diskus ini paling kuat di antara diskus liar.

Diskus Blue Sekujur tubuh diskus ini ditutupi garis-garis pendek berwarna biru. Sirip dubur dan punggung bertepi merah. Panjang ikan maksimal mencapai  20cm, tetapi ikan berukuran 10cm sudah mulai matang kelamin. Asalnya dari Manuas, Brasil.

Discus sangat rentan terhadap perubahan lingkungan sebaiknya dibudidayakan di dalam ruangan tertutup. Untuk diskus kemasaman air perlu diatur agar sesuai untuk masingmasing strain. Kemasaman air ber-pH antara 6,0 – 6,5 sesuai untuk diskus strain crossing. Untuk strain alami (wild) diperlukan pH 5,0 – 5,5. Untuk penetasan telur ber-pH 5,0. Kalau airnya normal ber-pH 7,0, induk diskus kehilangan naluri mengasuh anak. Kalau kesadahan air ber-pH 7,7 – 8,0, diskus malas bertelur

Diskus termasuk ikan yang sensitif terhadap perubahan kualitas air. Suhu yang layak untuk hidup diskus berkisar antara 280C – 300C, terutama untuk burayak sampai ikan berumur 8 bulan.

Jenis Ikan Hias Discus Populer

1. Red Turquoise Discus
Nama Latin Symphysodon aequifasciatus

2. Golden Discus
Nama Latin Symphysodon aequifasciatus

3. Melon Gold Discus
Nama Latin Symphysodon aequifasciatus

1. Red Turquoise Discus  Nama Latin Symphysodon aequifasciatus  2. Golden Discus  Nama Latin Symphysodon aequifasciatus  3. Melon Gold Discus  Nama Latin Symphysodon aequifasciatus4. Golden Albino Discus  Nama Latin Symphysodon aequifasciatus  5. Pigeon Blood Discus  Nama Latin Symphysodon aequifasciatus

4. Golden Albino Discus
Nama Latin Symphysodon aequifasciatus

5. Pigeon Blood Discus
Nama Latin Symphysodon aequifasciatus

6. Marlboro Red Discus
Nama Latin Symphysodon aequifasciatus

7. Snow Ehite Discus

Nama Latin Symphysodon aequifasciatus

8. Super Red Melon Discus

Nama Latin Symphysodon aequifasciatus


6. Marlboro Red Discus  Nama Latin Symphysodon aequifasciatus  7. Snow Ehite Discus  Nama Latin Symphysodon aequifasciatus  8. Super Red Melon Discus  Nama Latin Symphysodon aequifasciatus9. Melon Red Discus  Nama Latin Symphysodon aequifasciatus  10. Rose Red Discus  Nama Latin Symphysodon aequifasciatus

9. Melon Red Discus
Nama Latin Symphysodon aequifasciatus

10. Rose Red Discus
Nama Latin Symphysodon aequifasciatus

11. Blue Diamond Discus
Nama Latin Symphysodon aequifasciatus

12. Red Alencer Discus
Nama Latin Symphysodon aequifasciatus

13. Virgin Red Discus

Nama Latin Symphysodon aequifasciatus


11. Blue Diamond Discus  Nama Latin Symphysodon aequifasciatus  12. Red Alencer Discus  Nama Latin Symphysodon aequifasciatus  13. Virgin Red Discus  Nama Latin Symphysodon aequifasciatus14. Leopard Discus  Nama Latin Symphysodon aequifasciatus  15. Albino Blue Diamond Discus  Nama Latin Symphysodon aequifasciatus

14. Leopard Discus
Nama Latin Symphysodon aequifasciatus

15. Albino Blue Diamond Discus
Nama Latin Symphysodon aequifasciatus

16. Cobalt Blue Discus
Nama Latin Symphysodon aequifasciatus

17. Blue Turquoise Discus
Nama Latin Symphysodon aequifasciatus


16. Cobalt Blue Discus  Nama Latin Symphysodon aequifasciatus  17. Blue Turquoise Discus  Nama Latin Symphysodon aequifasciatus18. Brilliant Blue Discus  Nama Latin Symphysodon aequifasciatus  19. Carnation  Discus  Nama Latin Symphysodon aequifasciatus  20. Reflection D Discus  Nama Latin Symphysodon aequifasciatus

18. Brilliant Blue Discus
Nama Latin Symphysodon aequifasciatus

19. Carnation  Discus
Nama Latin Symphysodon aequifasciatus

20. Reflection D Discus
Nama Latin Symphysodon aequifasciatus

21. Pigeon Yellow Discus
Nama Latin Symphysodon aequifasciatus

22. Red Map Discus
Nama Latin Symphysodon aequifasciatus

23. Leopard Snake Discus
Nama Latin Symphysodon aequifasciatus

21. Pigeon Yellow Discus  Nama Latin Symphysodon aequifasciatus  22. Red Map Discus  Nama Latin Symphysodon aequifasciatus  23. Leopard Snake Discus  Nama Latin Symphysodon aequifasciatus

Demikianlah Jenis-Jenis Ikan Hias Discus Terpopuler yang dapat Djodlo Fish suguhkan dan semoga bermanfaat!

Cara Budidaya / Kultur Kutu Air

Cara Ternak Kutu Air adalah  membudidayakan kutu air guna untuk mendapatkan jumlah masal sesuai dengan kehendak pemilik, untuk memenuhi kebutuhan gizi larva ikan. Kutu air pada dasarnya merupakan pemakan zat renik di air. Kutu air sendiri tidak bertelur melainkan melahirkan embrio kecil calon kutu air. Anda dapat memperoleh kutu air dengan membelinya di pedagang ikan hias.


Kutu air merupakan jenis makanan yang hampir sama dengan budidaya artemia, walaupun berbeda cara budidayanya tetapi bentuk nya hampir sama, tetapi Kutu air lebih cenderung untuk ikan air tawar, sedangkan artemia untuk ikan laut atau payau, walaupun sebenarnya sama saja untuk pemberian pakan. Tergantung tempat anda dalam menemukan organisme tersebut apakah mudah atau sulit. Lihat Cara Menetaskan Artemia


Ada beberapa cara yang dilakukan untuk mengkultur kutu air. Jika diperhatikan semua metode hampir sama. Hanya saja media dan pengaplikasikannya yang berbeda.

Kutu air jenis Moina mulai menghasilkan anak setelah berumur empat hari dengan jumlah anak selama hidup sekitar 211 ekor. Setiap kali beranak rata-rata berselang 1,25 hari, dengan rata-rata jumlah anak sekali keluar 32 ekor/hari, sedangkan umur hidup Moina adalah sekitar 13 hari.

Jenis Kutu Air                     Protein   Lemak
Moina              37,38%                          13,29%
Daphnia 42,65%8%

Jenis kutu air cocok untuk pakan larva ikan umur 2-6 hari,Moina dikenal dengan nama "kutu air". Jenis kutu ini mempunyai bentuk tubuh agak bulat, bergaris tengah antara 0,9 - 1,8 mm. Moina biasa hidup pada perairan yang tercemar bahan organik, seperti pada kolam dan rawa. Pada perairan yang banyak terdapat kayu busuk dan kotoran hewan, Moina akan tumbuh dengan baik pada perairan yang mempunyai kisaran suhu antara 14-30 ° C dan pH antara 6,5 - 9.

Kutu air  Daphnia mempunyai bentuk tubuh lonjong, pipih dan beruas-ruas yang tidak terlihat. Pada kepala bagian bawah terdapat moncong yang bulat dan tumbuh lima pasang alat tambahan. Daphnia mulai berkembang biak pada umur lima hari, dan selanjutnya setiap selang waktu satu setengah hari akan beranak lagi. Jumlah setiap kali beranak rata-rata sebanyak 39 ekor. Umur hidup Daphnia 34 hari, sehingga selama hidupnya mampu menghasilkan anak kurang lebih 558 ekor.

Perkembangbiakan kutu air jenis Daphnia membutuhkan oksigen, kekurangan oksigen akan membentuk hemoglobin, kondisi ini daphnia akan berwarna merah yang akan menyebabkan kematian

Perbedaan moina dengan daphnia, Moina ukuran lebih kecil cocok untuk ikan hias seperti ikan tetra neon, cardina, zebra, amandae, cupang, guppy dan ikan ikan hias kecil. Moina umurnya lebih  pendek lebih kuat terhadap oksigen

Sedangkan daphnia umur lebih lama, ukuran lebih besar cocok untuk anakan ikan konsumsi, ikan lele, nila, gabus, dan sebagainya.

Efektif untuk umur anakan ikan 2-10 hari. lebih lama bisa tapi kebutuhan makan lebih banyak.

Cara budidaya kutu air adalah sebagai berikut :

Cara pertama (kotoran dan ampas kelapa)
Bahan yang diperlukan untuk pengkulturan. kita harus menyiapkan bahan serta alat yang akan kita gunakan dalam pengkulturan budidaya kutu air, meliputi:
  • Bak atau ember plastik yang berukuran lebar
  • Pupuk sebagai pakan kutu air (kotoran ayam/kambing dan ampas parutan kelapa)
  • Aerator untuk menjaga kandungan oksigen terlarut dalam air
  • Bibit kutu air sebanyak dua gelas

Cara Melakukan pengkulturan. 

kita siapkan:
  • Isi bak atau ember dengan air secukupnya. Patut diketahui bahwa agar diperoleh kutu air diperlukan media dengan penampang yang lebar bukan tinggi.
  • Lakukan pemupukan dasar dengan cara menebarkan kotoran ayam. Biarkan selama beberapa hari sampai warna air mulai menghijau pertanda alga mulai tumbuh.
  • Letakkan media di tempat yang terhindar dari sinar matahari langsung atau gunakan penutup seperti triplek atau seng.
  • Masukkan starter kutu air dan berikan aerasi dengan kekuatan udara yang kecil. Tunggu sampai satu pekan maka anda akan puas dengan hasilkerja keras anda.
Untuk menjaga kuantitas kutu air maka dilakukan pemupukan rutin setiap dua pekan dengan mencampurkan kotoran dengan ampas kelapa. Peras dengan kain hingga mengeluarkan air sebagai pakan kutu air.


Cara Budidaya Kutu air yang tipe kedua (susu)
Sebenarnya cara hampir mirip hanya menggunakan media yang berbeda.
Bahan serta alat yang akan kita gunakan dalam pengkulturan kutu air, meliputi:
  • Bak atau ember plastik yang berukuran lebar
  • Aerator untuk menjaga kandungan oksigen terlarut dalam air
  • Bibit kutu air sebanyak dua gelas
  • Susu bubuk dan teh sebagai pakan kutuair
Setelah bahan lengkap mulai dilakukan pengkulturan:
  • Isi bak atau ember dengan air secukupnya. Patut diketahui bahwa agar diperoleh kutu air diperlukan media dengan penampang yang lebar bukan tinggi.
  • Lakukan pemupukan dasar dengan cara menebarkan susu bubuk sebanyak satu sendok dan segelas seduahan teh untuk satu ember besar. Biarkan selama beberapa hari sampai warna air mulai berubah kecoklatan pertanda alga mulai tumbuh.
  • Letakkan media di tempat yang terhindar dari sinar matahari langsung atau gunakan penutup seperti triplek atau seng.
  • Masukkan starter kutu air dan berikan aerasi dengan kekuatan udara yang kecil. Tunggu sampai satu pekan maka anda akan puas dengan hasilkerja keras anda.
Untuk menjaga kuantitas kutu air maka dilakukan pemberian pakan secara rutin tiap minggu dengan menaburkan sesendok susu bubuk.
Cara Budidaya Kutu Air tipe ketiga (air comberan)
  • Cara yang terakhir yang saya tawarkan cukup mudah. Ambil air selokan alias comberan semau anda. Usahakan angkat bersama lumpurnya. Masukkan ke dalam bak dan tuang starter kutu air ke dalamnya. Diamkan beberapa hari dan lihat hasilnya.

Ubdate Cara Budidaya kutu Air ke empat menggunakan Air bekas kolam Ikan
  • Air bekas kotoran ikan mengandung banyak sekali senyawa yang dapat dijadikan makanan kutu air, seperti bakteri apalagi jika air berwarna hijau. Akan mempercepat pertumbuhan kutu air. 
 Cara Budidaya Kutu Air ke lima menggunakan Green water
  • cara ini sedikit sulit karena kita harus menyediakan green water sebagai pakan kutu air, green water tersebut dapat dilakukan dengan melakukan produksi masal menggunakan bahan tertentu.  Green water ini berisi Alga biru hijau sejatinya adalah bakteri (Cyanobacteria).
Cara Budidayaka Kutu air Ke enam  Menggunakan Ragi
  • masukan ragi roti (fermip*n) seperempat sendok teh ke dalam air,lalu aduk sampai larut
  • campurkan daun kol/kentang yang sudah di hancurkan (Jangan terlalu banyak)
  • biarkan selama 3 hari,agar mikroba/protozoa berkembang biak,gunakan aerator agar kadar oksigen dalam air tetap terjaga
  • setelah 3 hari dapat di masukan bibit kutu air
Keuntungan menggunakan ragi sebagai pakan yaitu mudah diperoleh dan tidak merepotkan saat mempersiapkannya untuk kultur. Terdapat sedikit kerugian karena daphnia harus mengkonsumsi lebih banyak (berat) ragi dibandingkan dengan alga untuk mendapatkan nilai makanan yang sama
Cara Budidaya Kutu air Ke tuju menggunakan soy flour
Syarat ini adalah jika makanan dalam kolam budidaya kutu air sudah menipis, ini hanya penambahan makanan pada kolam
  • pertama kolam sudah ada kutu air dimana air sudah berwarna hijau. 
  • tambahkan soy flour. Menggunakan soy flour adalah sejenis tepung kedelai, 
  • Soy flour lalu di blender dengan air. masukkan ke dalam kolam budidaya
  • Guna soy flour untuk pakan bakteri agar berkembang lebih cepat
  • Jadi soy flour -> dimakan bakteri, bakteri bertambah -> dimakan kutu air
  • Begitulah prosesnya.
Cara budidaya Super masal kutu air
cara ini cukup mudah jika anda mau ternak kutu air secara masal sediakan :
  • Kolam besar bisa semen atau terpal
  • Kondisi terkena cahaya matahari
  • Siapkan kotoran ayam yang sudah kering
  • Masukkan dalam jaring, (sebaiknya jangan karung mudah hancur)
  • Kotoran yang sudah dimasukkan dalam jaring tutup rapat
  • masukkan dalam kolam
  • Masukkan kutu air. biarkan berkembang biak
  • Pemupukan dapat dilakukan tiap bulan

Catatan : kotoran sebaiknya menggunakan kotoran yang kering, kotoran ayam lebih baik biasanya kalau pakai kotoran ayam bekas budidaya masal, tercampur dedak jadi lebih bagus. Fungsi kotoran di masukkan dalam wadah seperti jaring atau kain agar, kotoran tiap mencemari kolam, sehingga mudah dibersihkan. Air kolam dalam waktu seminggu biasanya berubah menjadi hijau.

Demikianlah Cara Budidaya / Kultur Kutu Air yang dapat Djoglo Fish sampaikan dan semoga bermanfaat!

Cara Menetaskan Telur Artemia

Dalam Melakukan Penetasan artemia cukup mudah, dimana budidaya yang ada disini dimasudkan untuk menetaskan telur artemia yang sudah dijual ditoko-toko, tetapi dalam pembahasan kali ini, menggunakan bibit artemia. Bibit dapat dibeli di toko-toko ikan tertentu. Bibit artemia berbentuk kista, kista tersebut akan ditetaskan dalam sebuah wadah, dimana wadah budidaya artemia yang akan dibahas menggunakan botol. Berikut cara budidaya artemia dalam botol :




Siapkan Peralatan Yang digunakan
  • Selang Oxygen
  • Botol Minuman
  • Pompa Udara
  • Sendok
  • Garam
  • Sera Artemix(kista/telur)
  • Wadah Panen
Berikut tata cara menetaskan Artemia.
 
Gambar pertama menetaskan artemia. siapkan botol air mineral ukuran 1 liter dan potong bagian bawah botol. Kemudian gunakan tali untuk gantungan botol. Lubangi tutup botol untuk penempatan selang udara Oxygen.
Gambar kedua menetaskan artemia. Siapkan Garam Ikan 1 sendok makan. Garam merupakan sumber makanan dari artemia dan menjadikan kondisi air dalam botol sesuai habitat asli artemia yaitu di laut.

Gambar ketiga menetaskan artemia,. Masukkan dua sendok makan garam ikan ( sebenarnya garam dapur yang biasa buat memasak juga bisa, tapi saya lebih menyarankan menggunakan garam ikan karena lebih mudah larut dan tidak mengedak di dasar botol)
Gambar kempat menetaskan artemia. Masukkan Garam 1 Sendok makan ke dalam botol.

Gambar kelima menetaskan artemia. Siapkan 1 sendok SERA Artemia Mix atau Supreme Plus.

Gambar keenam menetaskan artemia. Masukkan SERA Artemia Mix atau Supreme Plus ke dalam botol . SERA merupakan bibit dari artemia yang berwujud kista.

Gambar ketujuh menetaskan artemia. Masukan Air Mineral Bersih pada botol hingga hampir penuh.

Gambar kedelapan menetaskan artemia. Hidupkan mesin pompa udara untuk mensuplai Oxygen pada botol

Gambar kesembilan menetaskan artemia. Biarkan proses itu bekerja selama 24 jam

Gambar kesepuluh menetaskan artemia. Setelah 24 jam. matikan mesin pompa udara, dan biarkan air dalam botol diam sekitar 20 menit. Bayi Artemia akan mengendap atau berada di bagian bawah botol.
Selanjutnya saring Artemia yang berwarna orange itu dengan saringan kain yang paling halus (boleh pakai saringan teh), Bilas Artemia dengan air mineral bersih pada saat masih di dalam saringan yang sama sebanyak 2 kali. Selanjutnya Artemia siap diberikan kepada Larva Lele atau Larva Ikan Hias sebagai pengganti Cacing Sutra yang sulit diperoleh dan sedikit repot dalam pembudidayaannya.
 
Demikian  Cara Menetaskan Telur Artemia yang dapat Djoglo Fish sampaikan dan semoga bermanfaat!

Cari

Popular Posts